SOAL LATIHAN PTK HAL 2.14-2.15
1.
Sebagai seorang guru, Anda tentu
pernah mempunyai masalah dalam pembelajaran. Cobalah identifikasikan masalah
yang pernah Anda hadapi, kemudian pilih salah satu masalah untuk dianalisis.
Setelah melakukan analisis, rumuskan dan jabarkan masalah tersebut.
· Masalah yang diidentifikasikan
hanya yang berkaitan dengan pembelajaran seperti hasil belajar siswa, bahan
ajar motivasi siswa dalam pelajaran, teknik mengajar, dan teknik evaluasi.
Gunakan kriteria: mendesak, dapat diatasi, dan kemampuan guru untuk memilih
salah satu masalah.
· Berkurangnya motivasi para
peserta didik untuk belajar atau berpartisipasi di dalam belajar
·
Semakin banyak siswa yang
membolos pada saat jam pelajaran di mulai
· Pada zaman yang berkembang ini
juga banyak sekali perkelahian muncul di kalangan antar mahasiswa
· Prestasi siswa yang semakin rendah
dan mengalami kemerosotan nilai
·
Semakin menipisnya etika dan kesopanan di dalam
belajar
·
Ribut sendiri
Masalah
yang sering guru jumpai dalam pembelajaran salah satunya adalah murid berbuat
ramai sendiri saat guru menerangkan pelajaran.Peristiwa ini menjadi sebuah
masalah karena mengganggu teman di sekitarnya. Faktor yang membuat murid ramai
sendiri adalah karena si anak mempunyai kesibukkan sendiri, seperti bermain
mainan yang akan dimainkan waktu istirahat atau bermain mainan yang sudah
dimainkan waktu istirahat namun belum puas.
·
Mengajak teman ramai
Selain
ramai sendiri, tidak dipungkiri juga murid yang ramai sendiri tadi akan
mengajak teman sebelahnya untuk ramai pula dengan diawali dari mencari
perhatian terhadap teman sebelahnya. Jika sudah ada kecocokan interaksi maka
dipastikan akan menjadi sebuah perbincangan di luar pelajaran yang akan
mengganggu teman yang lainnya.
·
Tidak bisa diam di tempat
Ada pula
murid yang selalu selalu berkeliling dari bangku satu ke bangku yang lain. Hal
ini terjadi karena murid tersebut kurang nyaman di tempat duduknya atau kurang
adanya rasa aman dari teman sebelahnya.Ketika murid berkeliling ini, tidak
hanya mengganggu temannya saja, melainkan bisa pula mengganggu guru pula.
·
Sibuk bermain game
Semakin
canggihnya teknologi di zaman sekarang maka berkembang pula berbagai jenis
gadget yang menawarkan berbagai jenis hiburan, dan tidak dipingkiri pula salah
satunya fasilitas untuk bermain game. Game saat ini memang sangat banyak
jenisnya di kalangan anak-anak sekolah dasar, sehingga terkadang di kelas
ditemukan murid yang bermain game dengan ponselnya (HP) atau play station
portabel (PSP).
·
Membuat keributan
Selama
proses belajar mengajar berlangsung sering kali dijumpai murid yang mengganngu
temannya yang lain dengan berbagai cara, seperti melempar gulungan kertas, suka
berbuat usil kepada temannya, sehingga temannya tidak konsentrasi lagi terhadap
apa yang disampaikan oleh guru. Ini terjadi karena murid tersebut mempunyai
ikatan emosional terhadap teman yang diganggu tersebut.
·
Melamun
Fenomena
ini juga dapat dijumpai oleh guru di kelas ketika proses pembelajaran
berlangsung. Ada murid yang kelihatannya mendengarkan tetapi pandangannya
melukiskan pandangan kosong. Memang tidak ramai dan tidak pula mengganggu
temannya, namun hal ini menjadi masalah karena dapat mengganggu jalannya proses
pembelajaran.
·
Tidur di kelas
Kejadian
tidur di kelas ini memang jarang ditemui di sekolah dasar, tetapi ada juga guru
yang menemui masalah seperti ini di kelas terlebih lagi di sekolah-sekolah yang
sistemnya full day.Hal ini juga sering dijumpai ketika gedung
sekolah dibangun sehingga kelas harus dibagi menjadi masuk pagi dan siang.
Tidak hanya itu, murid tidur itu karena rasa capek, kemungkinan juga karena
mata pelajaran yang melibatkan gerakan atau olahraga yang berat atau mata
pelajaran yang melibatkan banyak untuk berfikir juga dapat mengakibatkan murid
tertidur setelah melakukan aktivitas tersebut. Hal ini sama dengan melamun
tadi, tidak ramai dan mengganggu temannya, namun dapat menghambat proses pembelajaran
yang akan disampaikan guru.
·
Keluar masuk kelas
Sering
dijumpai pula murid yang keluar masuk kelas. Murid ini sering kali meminta izin
ke kamar mandi ketika proses pembelajaran berlangsung. Kemungkinan murid yang
seperti ini mengalami gangguan kesehatan yang mengharuskan sebentar-sebentar
harus ke kamar mandi.Ada pula murid yang keluar masuk kelas dalam keadaan
sehat.Kejadian yang seperti ini terjadi karena murid tersebut sudah mulai bosan
di dalam kelas.Selain itu bisa juga karena temannya yang dilain kelas sudah
menunggu di luar untuk mengajak bermain. Kejadian seperti ini menjadi masalah
karena mengganggu jalannya pembelajaran apa lagi ketika guru mengadakan kerja
kelompok.
·
Mudah tersinggung
Ada murid
yang disinggung oleh temannya ketika proses pembelajaran berlangsung dan itu
membuat murid tersebut merasa malu ataupun marah karena merasa aibnya
dibeberkan, sehingga menimbulkan respon tersendiri bagi murid tersebut. Respon
yang diberikan biasanya saling mengejek satu sama lain dan tidak dipungkiri
pula akan terjadi pertengkaran. Murid yang mudah tersinggung ini biasanya tidak
hanya melibatkan dua murid yang lain, namun dapat pula melibatkan banyak murid
yang lainnya. Sehingga hal ini menjadi masalah dalam pembelajaran karena dapat
mengganggu teman yang lain.
·
Kesulitan menangkap pelajaran
Masalah
ini juga dapat dijumpai oleh guru di sekolah manapun.Ada beberapa murid yang
kesulitan menangkap pelajaran sehingga membutuhkan pengulangan kembali dari
guru.Masalah ini dapat ditemukan ketika guru memberikan soal dan menunjuk murid
untuk mengerjakan soal tersebut, dan si murid yang ditunjuk tersebut belum bisa
menjawab dengan cepat.
·
Nilai lebih rendah dari usahanya
Beberapa
murid sekolah dasar pernah mengalami mendapatkan nilai rendah saat melaksanakan
tes.Mereka merasa telah belajar dengan giat demi memperoleh nilai tinggi namun
nilai yang didapat masih di bawah harapan awal, hal ini menjadi masalah karena
dapat menurunkan mental belajar murid tersebut.Masalah ini terjadi bisa saja
karena faktor daya ingatnya yang kurang.
·
Menyontek
Sering
dijumpai juga di sekolah ada murid yang tidak mengerjakan tugas kemudian
menyalin pekerjaan temannya, dan ketika ditanya mengenai tugas yang sama dia
tidak bisa. Perlu guru ketahui kenapa murid yang seperti ini melakukan hal
tersebut.Ada beberapa faktor murid mencontek tugas temannya, seperti kegiatan
sore atau malam hari murid tersebut bagaimana, atau memang dia tidak bisa
mengerjakan.
·
Merusak barang atau fasilitas sekolah
Murid
yang merusak barang atau fasilitas sekolah umumnya adalah murid yang kurang
mempunyai sifat tertib. Memang anak usia sekolah dasar secara psikis
hari-harinya lebih dipakai untuk bermain, namun sering kali lupa tempat.
Contohnya saja bermain bola di dalam kelas dan memecahkan kaca jendela, bermain
yang menggunakan penggaris kayu dan akhirnya patah.Kejadian yang seperti ini.
·
Kurang sopan
Perilaku
yang kurang sopan oleh murid terhadap guru yang sering muncul di sekolah dasar
adalah duduk di meja ketika guru sedang menjelaskan di depan kelas, melepas pakaian
di kelas, ada juga yang ketika diberi nasihat oleh guru murid tersebut malah
membalas dengan meludah. Kejadian yang seperti ini dapat mengganggu proses
pembelajaran pula.
·
Sering menyendiri
Masalah
ini dapat dijumpai pada anak-anak yang kurang bisa bergaul dengan temannya.
Perilaku ini juga dapat dijumpai pada anak yang merasa minder terhadap apa yang
dialami oleh diri mereka. Karena murid yang mengalami hal tersebut merasa
dirinya lebih bodoh dalam kelas atau sekolahannya.Jika tidak begitu bisa juga
karena suatu masalah yang sedang dialami sehingga mengganggu kondisi
psikologinya.
·
Suka mengadu
Kejadian
seperti ini juga dapat dijumpai di sekolah dasar.Murid sering mengadu ketika
merasa dirinya sedang diganggu oleh temannya di kelas, atau merasa kurangnya
rasa aman dari gangguan teman yang suka jahil terhadapnya. Kejadian seperti ini
dapat memperlambat proses pembelajaran pula
Saya memilih satu masalah
untuk dianalisis yaitu:
·
Ribut sendiri
Masalah
yang sering guru jumpai dalam pembelajaran salah satunya adalah murid berbuat
ramai sendiri saat guru menerangkan pelajaran.Peristiwa ini menjadi sebuah
masalah karena mengganggu teman di sekitarnya.
Faktor
yang membuat murid ramai sendiri adalah karena si anak mempunyai kesibukkan
sendiri, seperti bermain mainan yang akan dimainkan waktu istirahat atau
bermain mainan yang sudah dimainkan waktu istirahat namun belum puas.
2.
Diskusikan dengan teman sejawat
Anda, bagaimana cara memecahkan masalah yang sudah Anda rumuskan dan jabarkan
pada latihan nomor 1.
·
Dalam berdiskusi, gunakan
buku/teori yang relevan sebagai rujukan dan kaji pengalaman Anda/ pengalaman
orang lain dalam mengatasi masalah yang serupa.
·
Ribut sendiri
Masalah
yang sering guru jumpai dalam pembelajaran salah satunya adalah murid berbuat
ramai sendiri saat guru menerangkan pelajaran.Peristiwa ini menjadi sebuah
masalah karena mengganggu teman di sekitarnya. Faktor yang membuat murid ramai
sendiri adalah karena si anak mempunyai kesibukkan sendiri, seperti bermain
mainan yang akan dimainkan waktu istirahat atau bermain mainan yang sudah
dimainkan waktu istirahat namun
belum puas.
Cara
memecahkan masalahyang bisa diterapkan untuk membuat
suasana kelas menjadi lebih kondusif dan keributan bisa diminimalisir yaitu:
· Siswa diberi pemahaman bahwa mereka
boleh berkomunikasi dengan temannya saat pelajaran berlangsung sehingga
keributan yang terjadi memang keributan yang terkait dengan pelajaran.
· Buat indikator tingkat keributan
yang bisa ditoleransi dan tingkat keributan yang harus dihindari.
· Saat terjadi keributan, kita
tidak boleh memukul-mukul meja atau apa saja yang justru akan menambah suasana
menjadi ramai dan tidak kondusif, artinya meskipun itu berhasil mengatasi
keributan tetapi suasana sekolah biasanya akan menjadi tegang sehingga KBM menjadi
tidak nyaman, baik bagi siswa maupun bagi guru.
· Biasanyacara mengatasi keributan
dengan tindakan yang disenangi oleh anak dan mereka mudah melakukan instruksi
yang kita lakukan. Contoh cara mengatasi yang lain antara lain:
· mengajak anak menjawab halo ketika
mereka mendengar suara halo dari kita. Hal ini akan lebih efektif ketika
disepakati terlebih dahulu di awal pelajaran
· membuat sebuah tepuk permainan
yang bisa dikerjakan dengan mudah oleh peserta didik sehingga saat sebagaian
besar siswa mengikuti intruksi kita, siswa yang ramai pun akan segera
mengikutinya
· mengajak siswa melakukan gerakan
yang sama, misal angkat tangan bersama, berdiri melambaikan kedua tangan dengan
tanpa mengeluarkan suara dan sebagainya
· hindari mendiamkan siswa dengan
cara teriak-teriak. cara ini justru akan menjadikan keributan kelas semakin
bertambah
·
memberikan reward bagi siswa yang bisa menjaga diri
dari membuat keributan dan mampu memahami pelajaran dengan baik.
3. Mengapa
kita harus berdiskusi dengan pakar dan membaca
teori untuk mencari cara pemecahan masalah?
·
Alasan utama berpangkal pada: kebenaran yang dikandung
oleh teori yang sudah diuji secara empiris dan kemanfaatan pengalaman para
pakar yang sudah banyak berkecimpung dalam bidang yang sama
·
Untuk mencari cara pemecahan masalah yang terjadi
bisa berdiskusi dengan pakar pembelajaran/ pakar bidang studi yang sudah banyak
berkecimpung dalam bidang yang sama sehingga dapat menambah wawasan yang
terperincijuga dengan mengkaji berbagai teori yang relevan, kita dapat
mengembangkan alternatif tindakan, sehingga guru dapat memperbaiki tindakan
guru dalam usaha perbaikan dalam proses
pembelajaran
4. Coba rinci kembali hal-hal yang
perlu dipersiapkan sebelum melaksanakan tindakan, dan beri alasan mengapa hal
tersebut perlu dipersiapkan.
·
Anda
dapat membaca kembali tahap menyiapkan pelaksanaan, dan
alasan yang mendukung penyiapan hal-hal tersebut harus dikaitkan dengan dampak
yang muncul jika hal-hal tersebut tidak dipersiapkan terlebih dahulu. Misalnya,
guru akanmenjadi bingung, langkah pelaksanaan tidak terarah, atau perekaman
data tidak sesuai dengan tujuan. Anda tentu dapat mencari alasan yang lebih
tajam dan meyakinkan.
Hal yang perlu dipersiapkan sebelum
melaksanakan tindakan yaitu:
·
Harus percaya diri. Percuma kalau gugup dan tidak
yakin. Bilang pada diri sendiri, “Saya guru yang baik insya Allah, dan siswa
ini mau belajar dari saya karena saya akan bantu mereka menjadi orang yang
berhasil!” Dan bicara seperti itu terus pada diri sendiri, sampai percaya.
Kalau masih tidak percaya pd diri sendiri, pura2 saja. Bayangkan anda jadi
aktor, dan anda akan dibayar 1 milyar untuk berperan dalam film baru. Peran
anda sebagai guru paling hebat sepanjang zaman, dan di setiap kelas, anda harus
membuat semua siswa terpesona dan senang belajar. Siap? Action! Anggap kamera
sedang merekam, dan pura2 menjadi tokoh guru yang luar biasa di dalam film itu.
Pura pura saja (akting). Siswa tidak akan tahu bedanya ekting yang bagus dan
jelke, mereka hanya tahu akting anda bagus!
·
Membuat rencana pembelajaran beserta skenario
tindakan yang akan dilaksanakan. Skenario mencangkup langkah-langkah yang
dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan tindakan atau perbaikan.
·
Menyiapakan fasilitas atau sarana pendukung yang
diperlukan.
·
Menyiapkan caramerekam dan menganalisis data yang
berkaitan dengan proses dan hasil perbaikan. Guru harus menetapkan apa yang
harus direkam, bagaimana cara merekamnya dan bagaimana cara menganalisisnya.
·
Memantapkan keyakinan diri, guru perlu menstimulasi
pelaksanaan tindakan. Guru dapat bekerja sama dengan teman sejawat atau dengan
dosen LPTK.
5. Dari
keenam kriteria yang dikemukakan oleh Hopkins, yang mana menurut Anda paling
penting? Beri
alasan, mengapa Anda berpendapat seperti itu!
·
Pilihan
dan alasan yang Anda berikan hendaknya didasarkan pada dampak
yang terjadi jika kriteria tersebut tidak diikuti. Timbanglah semua kriteria,
kemudian di antara keenam kriteria tersebut pilih yang paling parah dampaknya
bagi pembelajaran, jika tidak diterapkan.
·
Dari keenam kriteria yang
dikemukakan oleh Hopkins, menurutsaya
yang paling penting adalah : Pekerjaan utama guru adalah mengajar.
Karena metodologi penelitian yang sedang
dilaksanakan tidak boleh menganggu komitmen guru dalammengajar, guru tidak
boleh mengorbankan siswa demi penelitian yang dilaksanakannya.
Apabila
guru hanya mengutamakan penelitiannya saja tidak mengutamakan siswa berarti
guru itu mengorbankan siswa, tugas guru sebagai peneliti harus disikapi nuansa
profesional yang semestinya memberi nilai tambah bagi guru dan bagi pembelajaran
