Rabu, 25 Januari 2017

TUGAS PENELITIAN TINDAKAN KELAS SOAL LATIHAN PTK HAL 2.14-2.15


SOAL LATIHAN PTK HAL 2.14-2.15

1.    Sebagai seorang guru, Anda tentu pernah mempunyai masalah dalam pembelajaran. Cobalah identifikasikan masalah yang pernah Anda hadapi, kemudian pilih salah satu masalah untuk dianalisis. Setelah melakukan analisis, rumuskan dan jabarkan masalah tersebut.

·  Masalah yang diidentifikasikan hanya yang berkaitan dengan pembelajaran seperti hasil belajar siswa, bahan ajar motivasi siswa dalam pelajaran, teknik mengajar, dan teknik evaluasi. Gunakan kriteria: mendesak, dapat diatasi, dan kemampuan guru untuk memilih salah satu masalah.

Beberapa masalah dalam pembelajaran yang pernah saya hadapi yaitu:

·     Berkurangnya motivasi para peserta didik untuk belajar atau berpartisipasi di dalam belajar
·       Semakin banyak siswa yang membolos pada saat jam pelajaran di mulai
·  Pada zaman yang berkembang ini juga banyak sekali perkelahian muncul di kalangan antar mahasiswa
·       Prestasi siswa yang semakin rendah dan mengalami kemerosotan nilai
·       Semakin menipisnya etika dan kesopanan di dalam belajar
·        Ribut sendiri
     Masalah yang sering guru jumpai dalam pembelajaran salah satunya adalah murid berbuat ramai sendiri saat guru menerangkan pelajaran.Peristiwa ini menjadi sebuah masalah karena mengganggu teman di sekitarnya. Faktor yang membuat murid ramai sendiri adalah karena si anak mempunyai kesibukkan sendiri, seperti bermain mainan yang akan dimainkan waktu istirahat atau bermain mainan yang sudah dimainkan waktu istirahat namun belum puas.
·        Mengajak teman ramai
Selain ramai sendiri, tidak dipungkiri juga murid yang ramai sendiri tadi akan mengajak teman sebelahnya untuk ramai pula dengan diawali dari mencari perhatian terhadap teman sebelahnya. Jika sudah ada kecocokan interaksi maka dipastikan akan menjadi sebuah perbincangan di luar pelajaran yang akan mengganggu teman yang lainnya.
·        Tidak bisa diam di tempat
Ada pula murid yang selalu selalu berkeliling dari bangku satu ke bangku yang lain. Hal ini terjadi karena murid tersebut kurang nyaman di tempat duduknya atau kurang adanya rasa aman dari teman sebelahnya.Ketika murid berkeliling ini, tidak hanya mengganggu temannya saja, melainkan bisa pula mengganggu guru pula.
·        Sibuk bermain game
Semakin canggihnya teknologi di zaman sekarang maka berkembang pula berbagai jenis gadget yang menawarkan berbagai jenis hiburan, dan tidak dipingkiri pula salah satunya fasilitas untuk bermain game. Game saat ini memang sangat banyak jenisnya di kalangan anak-anak sekolah dasar, sehingga terkadang di kelas ditemukan murid yang bermain game dengan ponselnya (HP) atau play station portabel (PSP).
·        Membuat keributan
Selama proses belajar mengajar berlangsung sering kali dijumpai murid yang mengganngu temannya yang lain dengan berbagai cara, seperti melempar gulungan kertas, suka berbuat usil kepada temannya, sehingga temannya tidak konsentrasi lagi terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Ini terjadi karena murid tersebut mempunyai ikatan emosional terhadap teman yang diganggu tersebut.
·        Melamun
Fenomena ini juga dapat dijumpai oleh guru di kelas ketika proses pembelajaran berlangsung. Ada murid yang kelihatannya mendengarkan tetapi pandangannya melukiskan pandangan kosong. Memang tidak ramai dan tidak pula mengganggu temannya, namun hal ini menjadi masalah karena dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran.
·        Tidur di kelas
Kejadian tidur di kelas ini memang jarang ditemui di sekolah dasar, tetapi ada juga guru yang menemui masalah seperti ini di kelas terlebih lagi di sekolah-sekolah yang sistemnya full day.Hal ini juga sering dijumpai ketika gedung sekolah dibangun sehingga kelas harus dibagi menjadi masuk pagi dan siang. Tidak hanya itu, murid tidur itu karena rasa capek, kemungkinan juga karena mata pelajaran yang melibatkan gerakan atau olahraga yang berat atau mata pelajaran yang melibatkan banyak untuk berfikir juga dapat mengakibatkan murid tertidur setelah melakukan aktivitas tersebut. Hal ini sama dengan melamun tadi, tidak ramai dan mengganggu temannya, namun dapat menghambat proses pembelajaran yang akan disampaikan guru.
·        Keluar masuk kelas
Sering dijumpai pula murid yang keluar masuk kelas. Murid ini sering kali meminta izin ke kamar mandi ketika proses pembelajaran berlangsung. Kemungkinan murid yang seperti ini mengalami gangguan kesehatan yang mengharuskan sebentar-sebentar harus ke kamar mandi.Ada pula murid yang keluar masuk kelas dalam keadaan sehat.Kejadian yang seperti ini terjadi karena murid tersebut sudah mulai bosan di dalam kelas.Selain itu bisa juga karena temannya yang dilain kelas sudah menunggu di luar untuk mengajak bermain. Kejadian seperti ini menjadi masalah karena mengganggu jalannya pembelajaran apa lagi ketika guru mengadakan kerja kelompok.
·        Mudah tersinggung
Ada murid yang disinggung oleh temannya ketika proses pembelajaran berlangsung dan itu membuat murid tersebut merasa malu ataupun marah karena merasa aibnya dibeberkan, sehingga menimbulkan respon tersendiri bagi murid tersebut. Respon yang diberikan biasanya saling mengejek satu sama lain dan tidak dipungkiri pula akan terjadi pertengkaran. Murid yang mudah tersinggung ini biasanya tidak hanya melibatkan dua murid yang lain, namun dapat pula melibatkan banyak murid yang lainnya. Sehingga hal ini menjadi masalah dalam pembelajaran karena dapat mengganggu teman yang lain.
·        Kesulitan menangkap pelajaran
Masalah ini juga dapat dijumpai oleh guru di sekolah manapun.Ada beberapa murid yang kesulitan menangkap pelajaran sehingga membutuhkan pengulangan kembali dari guru.Masalah ini dapat ditemukan ketika guru memberikan soal dan menunjuk murid untuk mengerjakan soal tersebut, dan si murid yang ditunjuk tersebut belum bisa menjawab dengan cepat.
·        Nilai lebih rendah dari usahanya
Beberapa murid sekolah dasar pernah mengalami mendapatkan nilai rendah saat melaksanakan tes.Mereka merasa telah belajar dengan giat demi memperoleh nilai tinggi namun nilai yang didapat masih di bawah harapan awal, hal ini menjadi masalah karena dapat menurunkan mental belajar murid tersebut.Masalah ini terjadi bisa saja karena faktor daya ingatnya yang kurang.
·        Menyontek
Sering dijumpai juga di sekolah ada murid yang tidak mengerjakan tugas kemudian menyalin pekerjaan temannya, dan ketika ditanya mengenai tugas yang sama dia tidak bisa. Perlu guru ketahui kenapa murid yang seperti ini melakukan hal tersebut.Ada beberapa faktor murid mencontek tugas temannya, seperti kegiatan sore atau malam hari murid tersebut bagaimana, atau memang dia tidak bisa mengerjakan.
·        Merusak barang atau fasilitas sekolah
Murid yang merusak barang atau fasilitas sekolah umumnya adalah murid yang kurang mempunyai sifat tertib. Memang anak usia sekolah dasar secara psikis hari-harinya lebih dipakai untuk bermain, namun sering kali lupa tempat. Contohnya saja bermain bola di dalam kelas dan memecahkan kaca jendela, bermain yang menggunakan penggaris kayu dan akhirnya patah.Kejadian yang seperti ini.
·        Kurang sopan
Perilaku yang kurang sopan oleh murid terhadap guru yang sering muncul di sekolah dasar adalah duduk di meja ketika guru sedang menjelaskan di depan kelas, melepas pakaian di kelas, ada juga yang ketika diberi nasihat oleh guru murid tersebut malah membalas dengan meludah. Kejadian yang seperti ini dapat mengganggu proses pembelajaran pula.
·        Sering menyendiri
Masalah ini dapat dijumpai pada anak-anak yang kurang bisa bergaul dengan temannya. Perilaku ini juga dapat dijumpai pada anak yang merasa minder terhadap apa yang dialami oleh diri mereka. Karena murid yang mengalami hal tersebut merasa dirinya lebih bodoh dalam kelas atau sekolahannya.Jika tidak begitu bisa juga karena suatu masalah yang sedang dialami sehingga mengganggu kondisi psikologinya.

·        Suka mengadu
Kejadian seperti ini juga dapat dijumpai di sekolah dasar.Murid sering mengadu ketika merasa dirinya sedang diganggu oleh temannya di kelas, atau merasa kurangnya rasa aman dari gangguan teman yang suka jahil terhadapnya. Kejadian seperti ini dapat memperlambat proses pembelajaran pula

Saya memilih satu masalah untuk dianalisis yaitu:
·        Ribut sendiri
     Masalah yang sering guru jumpai dalam pembelajaran salah satunya adalah murid berbuat ramai sendiri saat guru menerangkan pelajaran.Peristiwa ini menjadi sebuah masalah karena mengganggu teman di sekitarnya.
     Faktor yang membuat murid ramai sendiri adalah karena si anak mempunyai kesibukkan sendiri, seperti bermain mainan yang akan dimainkan waktu istirahat atau bermain mainan yang sudah dimainkan waktu istirahat namun belum puas.


2.    Diskusikan dengan teman sejawat Anda, bagaimana cara memecahkan masalah yang sudah Anda rumuskan dan jabarkan pada latihan nomor 1.

·       Dalam berdiskusi, gunakan buku/teori yang relevan sebagai rujukan dan kaji pengalaman Anda/ pengalaman orang lain dalam mengatasi masalah yang serupa.

·        Ribut sendiri
     Masalah yang sering guru jumpai dalam pembelajaran salah satunya adalah murid berbuat ramai sendiri saat guru menerangkan pelajaran.Peristiwa ini menjadi sebuah masalah karena mengganggu teman di sekitarnya. Faktor yang membuat murid ramai sendiri adalah karena si anak mempunyai kesibukkan sendiri, seperti bermain mainan yang akan dimainkan waktu istirahat atau bermain mainan yang sudah dimainkan waktu istirahat namun belum puas.

Cara memecahkan masalahyang bisa diterapkan untuk membuat suasana kelas menjadi lebih kondusif dan keributan bisa diminimalisir yaitu:
·       Siswa diberi pemahaman bahwa mereka boleh berkomunikasi dengan temannya saat pelajaran berlangsung sehingga keributan yang terjadi memang keributan yang terkait dengan pelajaran.
·       Buat indikator tingkat keributan yang bisa ditoleransi dan tingkat keributan yang harus dihindari.
·       Saat terjadi keributan, kita tidak boleh memukul-mukul meja atau apa saja yang justru akan menambah suasana menjadi ramai dan tidak kondusif, artinya meskipun itu berhasil mengatasi keributan tetapi suasana sekolah biasanya akan menjadi tegang sehingga KBM menjadi tidak nyaman, baik bagi siswa maupun bagi guru.
·       Biasanyacara mengatasi keributan dengan tindakan yang disenangi oleh anak dan mereka mudah melakukan instruksi yang kita lakukan. Contoh cara mengatasi yang lain antara lain:
·       mengajak anak menjawab halo ketika mereka mendengar suara halo dari kita. Hal ini akan lebih efektif ketika disepakati terlebih dahulu di awal pelajaran
·       membuat sebuah tepuk permainan yang bisa dikerjakan dengan mudah oleh peserta didik sehingga saat sebagaian besar siswa mengikuti intruksi kita, siswa yang ramai pun akan segera mengikutinya
·       mengajak siswa melakukan gerakan yang sama, misal angkat tangan bersama, berdiri melambaikan kedua tangan dengan tanpa mengeluarkan suara dan sebagainya
·       hindari mendiamkan siswa dengan cara teriak-teriak. cara ini justru akan menjadikan keributan kelas semakin bertambah
·        memberikan reward bagi siswa yang bisa menjaga diri dari membuat keributan dan mampu memahami pelajaran dengan baik.
          
3.    Mengapa kita harus berdiskusi dengan pakar dan membaca teori untuk mencari cara pemecahan masalah?
·        Alasan utama berpangkal pada: kebenaran yang dikandung oleh teori yang sudah diuji secara empiris dan kemanfaatan pengalaman para pakar yang sudah banyak berkecimpung dalam bidang yang sama
·        Untuk mencari cara pemecahan masalah yang terjadi bisa berdiskusi dengan pakar pembelajaran/ pakar bidang studi yang sudah banyak berkecimpung dalam bidang yang sama sehingga dapat menambah wawasan yang terperincijuga dengan mengkaji berbagai teori yang relevan, kita dapat mengembangkan alternatif tindakan, sehingga guru dapat memperbaiki tindakan guru dalam usaha perbaikan dalam  proses pembelajaran

4.    Coba rinci kembali hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melaksanakan tindakan, dan beri alasan mengapa hal tersebut perlu dipersiapkan.
·        Anda dapat membaca kembali tahap menyiapkan pelaksanaan, dan alasan yang mendukung penyiapan hal-hal tersebut harus dikaitkan dengan dampak yang muncul jika hal-hal tersebut tidak dipersiapkan terlebih dahulu. Misalnya, guru akanmenjadi bingung, langkah pelaksanaan tidak terarah, atau perekaman data tidak sesuai dengan tujuan. Anda tentu dapat mencari alasan yang lebih tajam dan meyakinkan.
Hal yang perlu dipersiapkan sebelum melaksanakan tindakan yaitu:
·       Harus percaya diri. Percuma kalau gugup dan tidak yakin. Bilang pada diri sendiri, “Saya guru yang baik insya Allah, dan siswa ini mau belajar dari saya karena saya akan bantu mereka menjadi orang yang berhasil!” Dan bicara seperti itu terus pada diri sendiri, sampai percaya. Kalau masih tidak percaya pd diri sendiri, pura2 saja. Bayangkan anda jadi aktor, dan anda akan dibayar 1 milyar untuk berperan dalam film baru. Peran anda sebagai guru paling hebat sepanjang zaman, dan di setiap kelas, anda harus membuat semua siswa terpesona dan senang belajar. Siap? Action! Anggap kamera sedang merekam, dan pura2 menjadi tokoh guru yang luar biasa di dalam film itu. Pura pura saja (akting). Siswa tidak akan tahu bedanya ekting yang bagus dan jelke, mereka hanya tahu akting anda bagus!
·       Membuat rencana pembelajaran beserta skenario tindakan yang akan dilaksanakan. Skenario mencangkup langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan tindakan atau perbaikan.
·       Menyiapakan fasilitas atau sarana pendukung yang diperlukan.
·       Menyiapkan caramerekam dan menganalisis data yang berkaitan dengan proses dan hasil perbaikan. Guru harus menetapkan apa yang harus direkam, bagaimana cara merekamnya dan bagaimana cara menganalisisnya.
·       Memantapkan keyakinan diri, guru perlu menstimulasi pelaksanaan tindakan. Guru dapat bekerja sama dengan teman sejawat atau dengan dosen LPTK.

5.    Dari keenam kriteria yang dikemukakan oleh Hopkins, yang mana menurut Anda paling penting? Beri alasan, mengapa Anda berpendapat seperti itu!
·       Pilihan dan alasan yang Anda berikan hendaknya didasarkan pada dampak yang terjadi jika kriteria tersebut tidak diikuti. Timbanglah semua kriteria, kemudian di antara keenam kriteria tersebut pilih yang paling parah dampaknya bagi pembelajaran, jika tidak diterapkan.
·       Dari keenam kriteria yang dikemukakan oleh Hopkins, menurutsaya yang paling penting adalah : Pekerjaan utama guru adalah mengajar.
Karena metodologi penelitian yang sedang dilaksanakan tidak boleh menganggu komitmen guru dalammengajar, guru tidak boleh mengorbankan siswa demi penelitian yang dilaksanakannya.
Apabila guru hanya mengutamakan penelitiannya saja tidak mengutamakan siswa berarti guru itu mengorbankan siswa, tugas guru sebagai peneliti harus disikapi nuansa profesional yang semestinya memberi nilai tambah bagi guru dan bagi pembelajaran 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertanyaan Uji Komprehensif PPG

  CP 1 : 1.     Bagaimana Kabar Saudara? Apakah hari ini saudara siap untuk mengikuti uji komprehensif? Jwb : Alhamdulillah baik Ins...